agar
Cara memberikan Hukuman Dan Penghargaan Kepada Anak Jangan cuma memberikan hukuman pada anak, karena anak juga butuh penghargaan. Memberikan hukuman dan penghargaan kepada anak dipercaya akan membentuk jati diri mereka di masa depan....
Cara memberikan Hukuman Dan Penghargaan Kepada Anak

Jangan cuma memberikan hukuman pada anak, karena anak juga butuh penghargaan. Memberikan hukuman dan penghargaan kepada anak dipercaya akan membentuk jati diri mereka di masa depan.

Jika dilakukan dengan tepat, akan mengurangi frekuensi perilaku yang tidak diinginkan. Reward and Punishment atau penghargaan dan hukuman harus diberikan secara berimbang.

Penghargaan berupa pujian harus diberikan dengan tepat. Namun anak juga harus mengerti konsep: kalau benar dia mendapat penghargaan, sedang kalau salah dia harus mendapat teguran atau hukuman.

Penghargaan

Psikolog Laura Ramirez, dalam buku Walk In Peace, mengatakan anak berhak mendapatkan penghargaan atas perbuatan baik atau yang diharapkan baik.

Penghargaan ada yang bersifat materil (berupa benda atau makanan), sosial (dipuji, dipeluk, atau dicium) dan kesempatan lebih (nonton tv lebih lama, tidur dengan orang tua, atau rekreasi ke tempat yang diinginkannya). Dari semua itu, hadiah yang bersifat sosial yang paling praktis.

Namun, orang tua jangan asal memberi penghargaan. Penghargaan harus dibarengi pemberian tanggung jawab yang lebih kompleks.

Anak yang terlalu sering mendapat hadiah berisiko kehilangan motivasi untuk mencoba melakukan hal lain. Dalam jangka  panjang ia akan tumbuh menjadi pribadi manja, kurang tangguh, kurang kreatif, kurang memiliki rasa bersalah, dan kurang berprestasi.

Sebaliknya anak yang jarang menerima penghargaan tidak pernah tahu bahwa dirinya telah melakukan hal-hal yang positif. Dalam jangka panjang ia akan tumbuh dengan kurang percaya diri, depresif, sering kecewa, sulit berinteraksi, mudah sedih, dan sensitif.

Hukuman

Selain memberikan penghargaan, orangtua juga jangan lupa untuk menerapkan pemberian hukuman jika anak berbuat salah, melanggar aturan, atau menyalahi kesepakatan dengan orangtua.

Namun, orangtua juga sebaiknya ingat bahwa undang-undang perlindungan anak memberikan batasan dalam pemberian hukuman kepada anak. Jika orang tua terlalu keras menghukum, mereka dapat dituntut melanggar hak asasi anak.

Menurut Justine Mol penulis Growing Up in Trust hukuman yang paling tepat dan mudah adalah teguran dengan lembut. Beri contoh apa yang seharusnya dilakukan anak. Jadi anak tidak hanya merasa disalahkan, tapi juga diberitahu bagaimana seharusnya yang benar. Bentuk hukuman lain yang tepat adalah berupa timeout dan konsekuensi.

Psikolog Ike R. Sugianto, Psi mengatakan ada beberapa prinsip yang harus dipahami orangtua dalam memberikan penghargaan dan hukuman pada anak.

Penghargaan

   1. Berikan penghargaan jika aktivitas anak positif agar menjadi stimulusnya
   2. Sesuaikan dengan perjuangan yang dilakukan anak, jangan berlebihan
   3. Berikan hadiah atau penghargaan dengan penuh ketulusan dan bukan basa basi
   4. Setiap memberi hadiah yang bersifat materiil barengi dengan hadiah sosial

Hukuman

   1. Perhatikan kondisi psikologis anak agar anak tetap merasakan kasih sayang orangtuanya lewat hukuman
   2. Pahamilah bahwa hukuman bagi anak yang satu bisa jadi berbeda bagi anak yang lain
   3. Orangtua harus konsisten agar anak yakin dengan maksud hukuman
   4. Beri hukuman serealistis mungkin agar anak paham kesalahannya dan tidak punya standar ganda

(sydh/dtc)

Share this post..

Selanjutnya

 
Agar Anak Tidur Tepat Waktu Ketika mulai beranjak besar, anak-anak mulai sulit diminta tidur. Ada saja hal-hal yang membuat mereka tak mau pergi ke tempat tidur. Berikut ini enam tips agar mereka mau pergi tidur tepat waktu...
Agar Anak Tidur Tepat Waktu

Ketika mulai beranjak besar, anak-anak mulai sulit diminta tidur. Ada saja hal-hal yang membuat mereka tak mau pergi ke tempat tidur. Berikut ini enam tips agar mereka mau pergi tidur tepat waktu:

1. Langkah pertama agar anak mau pergi tidur tanpa banyak keributan adalah dengan membuat rutinitas. Saat anak tidur di waktu yang sama setiap harinya, tubuh mereka akan beradaptasi dan mereka akan mengantuk dengan mudah.

2. Sangat penting untuk membatasi kegiatan yang menstimulasi mental dan fisiknya seperti menonton televisi, bermain komputer atau permainan yang melibatkan fisik. Usahakan anak-anak tidak melakukan kegiatan tersebut beberapa jam sebelum mereka tidur. Kegiatan yang lebih menenangkan seperti membaca, menggambar adalah pilihan yang lebih baik.

3. Salah satu cara membuat anak mood untuk pergi tidur adalah dengan membacakan mereka cerita. Kegiatan ini selain menenangkannya, juga membuat anak terbiasa di otak mereka kalau dengan melakukan aktivitas tersebut artinya sudah waktunya tidur.

4. Pastikan anak merasa nyaman sepanjang malam, misalnya dengan menaruh mainan favoritnya di tempat tidur atau benda-benda lainnya yang ia sukai.

5. Pakaian yang dikenakan anak selama tidur juga harus nyaman, jangan terlalu ketat, panas dan tipis.

6. Begitu anak sudah berada di tempat tidurnya dan terlihat mulai mengantuk, tinggalkan kamarnya. Biarkan anak belajar untuk tertidur sendiri tanpa bergantung pada kehadiran orang tuanya.

Bagaimana jika anak tidak mau berada di tempat tidurnya? Dilansir Kids Health, berikut ini beberapa cara mengatasinya:

1. Ajak anak kembali ke tempat tidurnya. Jangan biarkan dia berlama-lama di kamar Anda.

2. Cari tahu apa yang membuat anak tidak mau tidur di kamarnya. Kalau dia takut, misalnya karena lampu dimatikan, biarkan selama beberapa saat lampu di kamarnya menyala.

3. Jika anak tiba-tiba menangis, tunggu beberapa menit, baru setelah itu Anda mendatanginya.

4. Kalau anak terus menangis dan memanggil Anda setiap ditinggalkan, tunggu beberapa saat, setiap Anda akan kembali melihatnya.

5. Beritahu anak kalau sekarang sudah waktunya dia tidur. Katakan padanya kalau Anda pasti akan mendatangi kamarnya kalau dia sudah tenang atau malah tertidur.

(sydh/dtc)

Share this post..

Selanjutnya

 
Powered by Tags for Joomla
Copyright © 2009 Alumni SMAN 1 Gunung Talang. All Rights Reserved. | Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License
Website Alumni SMAN 1 Gunung Talang - Cupak, Solok disiapkan oleh bpiliang | Template by JoomlaPraise