Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) membuka kesempatan dan menyediakan beasiswa pendidikan luar negri S2 dan S3 tahun 2009 bagi PNS di lingkungan lembaga pemerintah, karyawan/karyawati di lembaga pendidikandan industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta masyarakat umum. Persyaratan Beasiswa S2 & S3 DEPKOMINFO: 1. ...
Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) membuka kesempatan dan menyediakan beasiswa pendidikan luar negri S2 dan S3 tahun 2009 bagi PNS di lingkungan lembaga pemerintah, karyawan/karyawati di lembaga pendidikandan industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta masyarakat umum.
Persyaratan Beasiswa S2 & S3 DEPKOMINFO:
1. Lulusan sarjana S1 untuk pendidikan S2 dan lulusan Sarjana S2 untuk pendidikan S3.
2. Memiliki IPK minimal 2,75 (dari skala 4)
3. Memiliki nilai Institutional TOEFL (ITP) minimal 550 atau IELTS minimal 6.5
4. Memiliki nilai Tes Potensi Akademik (TPA) minimal 550
5. Mendapat rekomendasi dari pejabat yang berwenang
6. Diutamakan :
a. Memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun
b. Berusia maksimal 35 tahun untuk pendidikan S2 dan 40 tahun untuk pendidikan S3.
c. Belum memiliki gelar dan tidak sedang menerima beasiswa lain dan/atau sedang mengikuti program pendidikan S2 (bagi pelamar program S2) atau S3 (bagi pelamar program S3)
7. Pendaftaran dan penyerahan berkas lamaran beasiswa paling lambat tanggal 18 Februari 2009.
Persyaratan dan formulir beasiswa Beasiswa S2 & S3 DEPKOMINFO dapat di download dibawah ini :
Formulir Pendaftaran Informasi Persyaratan Beasiswa Lampiran Beasiswa 1 Lampiran Beasiswa 2 Lampiran Beasiswa 3
Incoming search terms for the article:
Related Informasi Beasiswa Scholarship:
Beasiswa Depkominfo S2 dan S3 ke Luar NegeriBeasiswa disediakan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) bagi PNS, dosen atau pegawai lembaga pendidikan, pegawai industri teknologi informasi dan komunikasi Beasiswa Depdiknas Bagi Dosen S2 dan S3 Luar Negeri Tahun 2009 Direktorat Ketenagaan Ditjen Pendidikan Tinggi membuka pendaftaran beasiswa S2 dan S3 luar negeri untuk tahun 2009, bagi dosen tetap PTN, Ada orang Jepang gak percaya kalau program S2 dan S3 itu … Dalam report untuk Hashiya Foundation (darimana saya memperoleh beasiswa), saya menuliskan kalau di Indoneia itu sedikit sekali perguruan tinggi yang Student Life Forum Discussions We are pleased to present you our new Student Life Forum discussions for student, teacher, lecturer, academician and other people Buku Panduan Studi Pascasarjana Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI) menyediakan beberapa Buku Panduan Studi Pascasarjana dalam bentuk ebook pdf yang dapat anda download sebagai bahan Follow any responses to this entry when people search for beasiswa s2 (608), beasiswa depkominfo (108), depkominfo beasiswa (98), beasiswa s2 dalam negeri 2009 (85), bea siswa s2 (61), beasiswa depkominfo 2010 (58), beasiswa S2 bahasa inggris (56), Depkominfo (48), beasiswa s2 luar negeri 2010 (48), beasiswa s2 malaysia (43), beasiswa S2 dalam negeri (40), BEASISWA s2 MANAJEMEN PENDIDIKAN (37), beasiswa s2 jepang (31), beasiswa s2 depkominfo (29), beasiswa s2 kesehatan (23), beasiswa s2 hukum (23), beasiswa s2 pendidikan bahasa inggris (22), beasiswa S2 kesehatan masyarakat (19), beasiswa S2 pendidikan fisika (19), beasiswa s2 luar negeri (18),
Subscribe Beasiswa student scholarship feed.
Leave a response, or Trackback from your own site.
Leave a Reply

Jangan cuma memberikan hukuman pada anak, karena anak juga butuh penghargaan. Memberikan hukuman dan penghargaan kepada anak dipercaya akan membentuk jati diri mereka di masa depan....
Jangan cuma memberikan hukuman pada anak, karena anak juga butuh penghargaan. Memberikan hukuman dan penghargaan kepada anak dipercaya akan membentuk jati diri mereka di masa depan. Jika dilakukan dengan tepat, akan mengurangi frekuensi perilaku yang tidak diinginkan. Reward and Punishment atau penghargaan dan hukuman harus diberikan secara berimbang. Penghargaan berupa pujian harus diberikan dengan tepat. Namun anak juga harus mengerti konsep: kalau benar dia mendapat penghargaan, sedang kalau salah dia harus mendapat teguran atau hukuman. Penghargaan
Psikolog Laura Ramirez, dalam buku Walk In Peace, mengatakan anak berhak mendapatkan penghargaan atas perbuatan baik atau yang diharapkan baik. Penghargaan ada yang bersifat materil (berupa benda atau makanan), sosial (dipuji, dipeluk, atau dicium) dan kesempatan lebih (nonton tv lebih lama, tidur dengan orang tua, atau rekreasi ke tempat yang diinginkannya). Dari semua itu, hadiah yang bersifat sosial yang paling praktis. Namun, orang tua jangan asal memberi penghargaan. Penghargaan harus dibarengi pemberian tanggung jawab yang lebih kompleks. Anak yang terlalu sering mendapat hadiah berisiko kehilangan motivasi untuk mencoba melakukan hal lain. Dalam jangka panjang ia akan tumbuh menjadi pribadi manja, kurang tangguh, kurang kreatif, kurang memiliki rasa bersalah, dan kurang berprestasi. Sebaliknya anak yang jarang menerima penghargaan tidak pernah tahu bahwa dirinya telah melakukan hal-hal yang positif. Dalam jangka panjang ia akan tumbuh dengan kurang percaya diri, depresif, sering kecewa, sulit berinteraksi, mudah sedih, dan sensitif. Hukuman
Selain memberikan penghargaan, orangtua juga jangan lupa untuk menerapkan pemberian hukuman jika anak berbuat salah, melanggar aturan, atau menyalahi kesepakatan dengan orangtua. Namun, orangtua juga sebaiknya ingat bahwa undang-undang perlindungan anak memberikan batasan dalam pemberian hukuman kepada anak. Jika orang tua terlalu keras menghukum, mereka dapat dituntut melanggar hak asasi anak. Menurut Justine Mol penulis Growing Up in Trust hukuman yang paling tepat dan mudah adalah teguran dengan lembut. Beri contoh apa yang seharusnya dilakukan anak. Jadi anak tidak hanya merasa disalahkan, tapi juga diberitahu bagaimana seharusnya yang benar. Bentuk hukuman lain yang tepat adalah berupa timeout dan konsekuensi. Psikolog Ike R. Sugianto, Psi mengatakan ada beberapa prinsip yang harus dipahami orangtua dalam memberikan penghargaan dan hukuman pada anak. Penghargaan
1. Berikan penghargaan jika aktivitas anak positif agar menjadi stimulusnya 2. Sesuaikan dengan perjuangan yang dilakukan anak, jangan berlebihan 3. Berikan hadiah atau penghargaan dengan penuh ketulusan dan bukan basa basi 4. Setiap memberi hadiah yang bersifat materiil barengi dengan hadiah sosial Hukuman
1. Perhatikan kondisi psikologis anak agar anak tetap merasakan kasih sayang orangtuanya lewat hukuman 2. Pahamilah bahwa hukuman bagi anak yang satu bisa jadi berbeda bagi anak yang lain 3. Orangtua harus konsisten agar anak yakin dengan maksud hukuman 4. Beri hukuman serealistis mungkin agar anak paham kesalahannya dan tidak punya standar ganda
(sydh/dtc)
Share this post..

apakah seorang pelacur layak mencintai? Tidak ada yang salah dengan cinta, yg salah adalah kebencian.... namun, "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. Lalu, apakah lelaki seperti ini yang kemudian akan menjadi pilihan untuk membaikkan hidup?...
Pertanyaan tersebut datang dari seorang wanita yang mengaku "terpaksa" menjerumuskan diri dalam sebuah dunia hitam pelacuran. Pertanyaan tersebut juga muncul sebagai wujud dari keinginan manusiawinya, ketika dia melihat seorang istri yang berbahagia dengan suaminya. "Siapapun saya, saya tetaplah seorang wanita dan manusia yang masih punya hati dan ingin mencintai. tapi apakah masih pantas untuk saya semua hal itu? " begitu ungkapnya
Rasa "iri" hati itu berlanjut dengan sebuah cita cita yang mungkin untuk sebagian orang adalah sepele, namun sangat berharga baginya, hidup bersama keluarga kecilnya yang bahagia. " Namun apakah Allah masih akan mengabulkan doa saya untuk itu? biarlah hal itu hanya sebatas impian saja". Cita cita luhur itu harus dipendamnya dalam- dalam ketika dia mendapati dirinya berada dalam lingkaran dosa yang tiada henti, setiap hari. Begitulah kurang lebih yang ada dalam benak mereka. Sesuatu yang sudah terlanjur dan memberi mereka kesenangan serta kemudahan sesaat dalam urusan dunia, membawa mereka menjadi pribadi yang menolak hati nurani, yang memang selalu menganjurkan kebaikan. Dan sebagai kata penutup, kemiskinan harta menjadi alasan termanis yang diungkapkan. Namun... Bukankah hidup adalah pilihan,dan setiap detik kita selalu diposisikan untuk memilih, antara hitam dan putih, antara kiri dan kanan, antara baik dan buruk, dst. Namun masih banyak orang yang berkata, hidup bukan masalah memilih, tapi bertahan. Bukankah hari ini adalah hari esok yang kita risaukan kemarin? Akan ada asa bagi siapa yang yakin dan berusaha. Dan itulah kata lain dari bertahan. Walaupun jalan hidup tidak selalunya terang dan indah untuk dilalui, tapi satu hal yang pasti, Allah Subhanahu wata'ala adalah tetap yang paling maha penyayang. Dan insyaallah, kesengsaraan dan kemiskinan adalah guru terbaik dalam kehidupan, dan bukan sarana penenggelaman diri kita ke dalam dosa yang lebih dalam. Tengok saja, Betapa khusuk doa orang miskin yang sedang belajar meminta dikayakan, betapa mereka bisa lebih berhemat untuk belajar bertahan hidup, betapa mereka bersyukur ketika dapat mewujudkan keinginannya, dst. Kemiskinan yang diterima dengan ikhlas dan dijadikan pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sesungguhnya telah mengajarkan sebuah keanggunan bagi pelakunya. Dan.... Sekali lagi, jika dalam pikiran kita, hidup adalah tentang pilihan, maka menjadi pelacur ataupun wanita yang bertaubat juga adalah pilihan yang harus dipilih. Dan pilihan itu akan menentukan gambaran nasib kita selanjutnya.
Memang bukanlah penghakiman yang mereka harapkan, namun bantuan dan uluran tangan yang lebih mereka butuhkan. Semoga Allah yang maha penyayang mencurahkan rahmat hidayah bagi para pemilih jalan hitam itu untuk kembali kepada kebaikan. Dan jika masih terselip pertanyaan, apakah seorang pelacur layak dicintai dan mencintai? maka jawabannya adalah, Tidak ada yang salah dengan cinta, yg salah adalah kebencian.... namun, "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." Hal tersebut adalah ketetapan Allah Subhanahu wata'ala. Lalu, apakah lelaki keji yang kemudian akan menjadi pilihan kita untuk membaikkan hidup kita?. Subhanallah, ternyata pertobatan dan kebaikan adalah jalan satu satunya untuk bahagia, dan kebaikan adalah selalunya tentang membaikkan dan menenangkan walaupun jalan yang ditempuh tidaklah selalunya mudah.
(Syahidah)
Share this post..

Banyak orang mengeluh obat yang diminum tidak manjur. Ternyata ada kuncinya agar manfaat obat tersebut jadi manjur. Bagaimana caranya?...
Ilmuwan dari Oxford, Cambridge dan 2 universitas lain dari Jerman menemukan sembuh tidaknya suatu penyakit bukan hanya tergantung obatnya, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pikiran. Pasien akan lebih cepat sembuh jika dalam pikirannya tidak ada keragu-raguan tentang jenis dan khasiat obat yang dipakainya. Hal ini dibuktikan dalam eksperimen yang melibatkan 22 relawan, para ahli membuktikan bahwa kekuatan pikiran sangat berperan dalam kesembuhan penyakit. Di awal eksperimen, rangsang nyeri diberikan dengan intensitas sedang melalui alat pemanas yang ditempelkan di permukaan kulit para relawan. Para relawan diminta memberi skor rasa sakit dengan rentang 0-100 dan diperoleh skor rata-rata yakni 66. Selanjutnya para relawan mendapat obat pereda nyeri dari golongan opiat lewat injeksi intravena. Tanpa diberi tahu obat apa yang diinjeksikan, para relawan diminta menilai lagi rasa sakitnya dan ternyata rata-rata berkurang menjadi 55. Begitu tahu bahwa obat yang disuntikkan adalah pereda nyeri, rata-rata skor rasa nyeri menjadi semakin rendah yakni 39. Penurunan intensitas nyeri ini menunjukkan bahwa dengan meyakini fungsi obat yang diberikan, pasien lebih banyak mendapat manfaat dari obat tersebut. Demikian juga ketika para relawan diberitahu bahwa pemberian obat itu sudah dihentikan, rata-rata skor rasa nyeri kembali meningkat menjadi 64. Padahal menurut perhitungan para ahli, efek obat yang disuntikkan seharusnya masih bekerja hingga beberapa jam kemudian. "Temuan ini menegaskan bahwa dokter tidak boleh mengabaikan pentingnya memberi informasi pada pasien tentang obat apa yang diberikan dan apa fungsinya," ungkap salah satu peneliti, Prof Irene Tracey seperti dikutip dari Telegraph. Dokter harus jelas memberikan info ke pasien obat ini untuk apa, sehingga pasien mengerti fungsi obatnya dan ketika minum yakin akan manfaat obat tersebut sehingga memberikan efek yang lebih manjur. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan baru-baru ini dalam jurnal Science Translational Medicine.
(sydh/dtc)
Share this post..

Banyak orang suka minum kopi untuk melawan rasa kantuk saat harus begadang atau bangun pagi. Tapi sebaiknya wanita membatasi konsumsi kopi, karena kopi tak cocok bagi payudara wanita. Mengapa?...
Sebuah penelitian oleh ilmuwan asal Swedia pada tahun 2008 menemukan bahwa minum tiga cangkir kopi dalam sehari dapat memperkecil ukuran payudara wanita. "Minum kopi dapat memiliki pengaruh besar pada ukuran payudara," kata Helena Jernstroem, dosen di onkologi eksperimental Lund University di Swedia, seperti dilansir news.com.au. Menurutnya, hubungan yang jelas antara minum kopi dan ukuran payudara adalah karena sekitar setengah dari populasi wanita memiliki gen tertentu yang membuat jaringan lemak menyusut akibat terlalu banyak minum kopi. "Tapi tak perlu khawatir, kopi tak membuat payudara menyusut hanya dalam semalam. Payudaranya hanya akan semakin kecil, namun payudara tidak akan hilang," lanjut Jernstroem. Tak hanya dapat mengecilkan payudara, kafein pada kopi dalam jumlah besar dapat menyebabkan kadar hormon berfluktuasi sehingga menjadi penyebab nyeri dan kista di payudara. Berikut beberapa efek buruk lain pada payudara karena mengonsumsi kafein, seperti dilansir Livestrong: 1. Benjolan di payudara Kafein bisa menyebabkan payudara fibrokistik, yaitu mengandung sel-sel yang mengumpulkan cairan dalam kista yang sering membuat benjolan atau gumpalan di payudara. Karakternya berupa benjolan bulat yang bergerak bebas si payudara. Benjolan ini sering lembut ketika disentuh. Benjolan ini bisa bersifat permanen atau sementara. Gejalanya akan semakin buruk sebelum haid dan di awal kehamilan. Payudara fibrokistik karena asupan kafein biasanya tidak meningkatkan risiko kanker payudara. 2. Sakit di payudara Selain menyebabkan benjolan, kafein juga menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit pada payudara. Asupan kafein dapat memperparah rasa sakit bila Anda telah menderita payudara fibrokistik sebelumnya. Menurut Georgetown University Department of Medicine, rasa sakit ini bisa datang terus menerus atau hanya kadang-kadang. 3. Payudara menjadi padat Penelitian di University of Rochester Medical Center menunjukkan bahwa asupan tinggi kafein yang menyebabkan perubahan fibrokistik di payudara juga bisa menyebabkan daerah tertentu di payudara menjadi padat. Untuk menghindari terjadi benjolan di payudara, sebaiknya kurangi dan hentikan kebiasaan mengonsumi kopi. Selain itu, diet tinggi serat, mengonsumsi makanan laut serta asupan vitamin A, vitamin E dan yodium juga bisa mencegah terjadinya kista payudara.
(sydh/dtc)
Share this post..

Tak bisa 'lepas' dari orangtua, hanyalah satu dari sekian masalah rumahtangga yang terjadi. Lalu bagaimana caranya agar kita bisa benar benar mandiri setelah menikah?...
Tak bisa ‘lepas’ dari orangtua, hanyalah satu dari sekian masalah rumahtangga yang terjadi. Salah satu pihak menganggap pasangannya belum mandiri karena masih sering bergantung banyak hal pada orangtua. Bergantung dalam hal petunjuk dan bimbingan menjalani hidup tentu masih wajar. Namun bergantung dari segi finansial dan emosional tentulah tidak wajar, apalagi untuk jangka waktu panjang. Serba-serbi Ketidakmandirian
Wujud kemandirian bukan hanya finansial, melainkan segala aspek kehidupan pasangan suami-istri. Banyak pasangan yang tetap bergantung pada orangtuanya dalam hal mengasuh, mendidik anak. Suami memilih untuk bekerja, dan tanggung jawab mengasuh anak diserahkan kepada orangtua atau mertua. Biasanya sebagian besar pasangan memilih tinggal dengan orangtua atau dekat dengan orangtua karena alasan tersebut. Ketergantungan atau ketidakmandirian lain yang acapkali terjadi adalah saat mengambil keputusan. Wanita sebagai ibu dari anak-anak tidak mampu mandiri dalam mengambil keputusan. Bukan sekadar meminta pendapat, tapi tidak bisa mengambil keputusan bila tidak ada orangtuanya. Bahkan yang lebih parah, si wanita tidak pernah mengambil keputusan bagi keluarganya sendiri. Orangtuanyalah yang selalu mengambil keputusan. Di sisi lain, terkadang orangtua tidak siap melepas anaknya yang sudah menikah. Mereka tetap dianggap sebagai anak kecil yang harus di bawah kendalinya. Orangtua tetap merasa harus dan berhak mengatur kehidupan anak bahkan menantunya. Namun, ada pula istri yang mengeluh karena tak pernah merasa menjadi seorang ibu rumah tangga, karena segala sesuatu diatur mertuanya. Artinya pihak suami-lah yang belum mampu mandiri. Pisah dari orangtua bukan jaminan
Di Indonesia, tinggal dekat atau serumah dengan orangtua hingga dewasa dan berumahtangga termasuk hal biasa. Umumnya alasan utama yakni suami-istri sama-sama bekerja di luar rumah dengan perjalanan yang amat menyita waktu. Tinggal serumah dengan kakek-nenek membuat orangtua Indonesia merasa lebih aman meninggalkan anak-anaknya bersama pengasuh, sebab ada yang mengawasi. Alasan kedua, tinggal bersama orangtua selama beberapa tahun membantu pasangan yang baru menikah untuk bisa menabung dan membeli rumah sendiri ketimbang dipakai untuk menyewa. Sebaliknya, ada pasangan yang walaupun sudah mampu tinggal di rumah sendiri namun salah satu pihak masih belum bisa menjalankan peran sepenuhnya sebagai suami-istri atau ayah-ibu yang baik bagi anak-anaknya. Jadi, domisili atau perihal tempat tinggal bukanlah jaminan agar salah satu pihak (suami/istri) tak bergantung lagi dengan orangtua. Apakah Ketergantungan Bisa Diatasi?
Hal ini bisa terwujud dengan niat dan tekad yang kuat untuk belajar mandiri. Jangan sampai masalahnya semakin besar karena pasangan terbiasa bergantung pada orangtua dan malah tidak tergerak untuk berusaha. Kemandirian bukan berarti harus memikirkan diri sendiri tanpa memerhatikan orang lain, utamanya pasangan hidup. Kemandirian dalam berpikir dan bertindak berarti mengedepankan rasa percaya diri dalam menghadapi setiap peristiwa yang terjadi. Dengan demikian, tak perlu menunggu pasangan bertindak ketika harus menentukan sikap terhadap suatu momen penting.
(sydh/Mom& Kiddie)
Share this post..

Kenapa kaya itu suatu keharusan bagi Muslimah? Siapa yang salah bila masyarakat yang saat ini mayoritas miskin? Apa pengertian kaya yang sejati dalam Islam? Baca artikel ini!!...
Oleh: Nani Agus (Nani_agus2@yahoo.com)
Kenapa kaya itu suatu keharusan? Bagaimana dengan kondisi masyarakat yang saat ini di mana kemiskinan justru banyak dari kalangan muslimah? Siapa yang salah? Apakah ajaran Islam yang kurang mendorong, atau justru umatnya yang tidak menjalankan ajaran Islam? Apakah pengertian kaya dalam Islam adalah pengertian kaya dalam materi seperti kalangan liberal yang sangat massive mengampanyekan pemberdayaan wanita untuk mengejar kesejahteraan materi?
KAYA selalu diidentikkan dengan kesuksesan, harta melimpah, rumah dan mobil mewah serta segala yang menyangkut materi. Itulah pertanda bahwa ideologi kapitalisme telah berhasil menancapkan racun sekulerismenya sehingga kebanyakan manusia menjalani hidupnya hanya berorientasi pada dunia semata. Mencari dan menumpuk sebanyak-banyaknya harta kekayaan telah menjadi gaya hidup yang sejalan dengan hedonisme. Na’udzubillah!!
Muslimah harus kaya? Iya!!! Tentu saja kaya yang sesuai dengan jalur hukum syara’, bukan kekayaan materi semata tetapi semua kekayaan yang menjadikan muslimah tunduk dan patuh hanya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Kenapa??? Karena muslimah mempunyai multi peran yang strategis dan mulia. Yaitu peran sebagai pribadi muslimah itu sendiri, sebagai istri dan juga ibu, yang punya tugas sebagai manajer rumah tangga sekaligus pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Di tangan para muslimah lah hitam putih sebuah generasi akan ditentukan. Para muslimah pula yang akan mencetak bentuk dan corak warna generasi di masa yang akan datang, sehingga melahirkan manusia-manusia berkualitas yang menjadi dambaan umat, tegas dalam menegakkan yang haq dan keras dalam menentang kebatilan. Sebuah keniscayaan, di tangan para muslimah, peradaban Islam yang gemilang bisa terukir kembali.
Seorang ulama besar sekaliber Imam Syafi’i, adalah contoh nyata. Beliau dilahirkan dalam keadaan yatim. Diasuh dan dibesarkan oleh seorang ibu yang tangguh secara mental dan spiritual sehingga sebelum usia baligh beliau telah hafal Al-Qur’an.
Atau Imam Bukhari yang sudah tidak asing lagi di telinga kita sebagai periwayat hadits terkenal, adalah buta ketika dilahirkan. Tetapi, karena doa ikhlas yang dipanjatkan oleh wanita yang melahirkannya sehingga Allah SWT mengabulkan doanya, Imam Bukhari dapat melihat kembali dan dunia telah mengakui kejeniusan dan kecemerlangan otaknya.
TIGA KEKAYAAN MUTLAK BAGI SETIAP MUSLIMAH
Begitu penting dan besarnya peran seorang ibu muslimah dalam pembentukan generasi yang akan datang, maka ada tiga kekayaan yang mutlak harus dimiliki oleh seorang muslimah di antaranya:
Pertama, kekayaan Akidah. Akidah adalah keyakinan yang bersifat pasti. Pembenaran yang diperoleh melalui proses berpikir yang jernih dan mendalam tentang alam semesta, manusia dan kehidupan serta hubungan ketiga unsur tersebut dengan alam sebelum dan sesudah kehidupan dunia. Dari proses berpikir yang benar itu akan mengantarkan sebuah keyakinan bahwasanya di balik alam semesta, manusia dan kehidupan terdapat pencipta (Khaliq) yang telah menciptakan ketiganya dan segala sesuatu yang terkandung di dalamnya.
Sebagaimana firman Allah SWT:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu ia hidupkan bumi sesudah matinya (kering) dan ia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan dan pengisaran air dan awan yang dikendalikan antar langit dan bumi. Sesungguhnya pada semua itu terdapat tanda-tanda (Keesaan dan Kebesaran Allah bagi kaum yang memikirkan” (Qs Al-Baqarah 164).
Keyakinan yang sempurna kepada Sang Khaliq akan menghantarkan keimanan yang benar akan adanya malaikat Allah, kitab-kitab Allah, para rasul Allah, Hari kiamat, dan takdir Allah. Inilah hakikat dari kekayaan akidah.
….Dengan akidah yang benar, Muslimah akan selalu tegar ketika menghadapi badai kehidupan. Berpikir jernih dan mampu melampaui setiap ujian yang datang menimpa….
Dengan akidah yang benar, Muslimah akan selalu tegar ketika menghadapi badai dalam kehidupannya. Berpikir jernih dan mampu melampaui setiap ujian yang menghampiri, baik ujian yang menimpa dirinya, keluarganya, atau lingkungan sosial dan dakwahnya. Sebagai istri, ia juga akan senantiasa menjadi penenang bagi suaminya, pendukung utama kiprah dakwah suami, dan dengan kelemahlembutannya, seorang suami akan mendapatkan kekuatan untuk tetap istiqamah dan terhindar dari segala bentuk syirik dan bid’ah.
Cukuplah Khadijah, istri Rasulullah SAW menjadi teladan kita. Seperti yang digambarkan dalam sebuah hadits:
“Rasulullah SAW bersabda, aku dikaruniahi oleh Allah rasa cinta yang mendalam kepada Khadijah. Demi Allah, aku tidak pernah mendapat pengganti yang lebih baik daripada Khadijah. Ia yang beriman kepadaku ketika semua orang ingkar. Ia yang mempercayaiku ketika semua orang mendustakanku. Ia yang memberiku harta pada saat semua orang enggan memberi. Dan darinyalah aku memperoleh keturunan, sesuatu yang tidak pernah kuperoleh dari istri-istriku yang lain” (HR. Ahmad).
Begitu pula peran muslimah sebagai ibu. Seorang ibu yang telah memiliki akidah yang menghujam kuat ke dasar hatinya, akan menularkan perilaku dan cara berpikir yang benar kepada anak-anaknya. Dalam bimbingan dan pengasuhan muslimah seperti ini, anak akan kritis dan cerdas mengamati realitas di sekitar lingkungannya. Anak-anak tidak akan mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif apalagi hal-hal yang berbau kemusyrikan.
Seorang ibu yang kokoh akidahnya, mampu menggiring anak-anaknya untuk mencintai Allah dan rasul-Nya di atas rasa cintanya terhadap segala sesuatu yang menarik hatinya. Anak-anak akan tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang optimis karena meyakini bahwa tidak ada yang lebih berhak mengatur atas hidupnya selain Allah azza wa jalla. Selalu sigap dan waspada terhadap segala bentuk kemaksiatan karena takut dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT di akhirat kelak.
….Seorang ibu yang kokoh akidahnya, mampu menggiring anak-anaknya untuk mencintai Allah dan rasul-Nya di atas rasa cintanya terhadap segala sesuatu yang menarik hatinya….
Siti Hajar adalah salah satu contoh muslimah yang memiliki kekuatan akidah. Hanya menyandarkan keyakinannya pada Allah saja, ia rela meninggalkan putranya Ismail untuk berjuang mencari air dengan berlari dari satu bukit tandus ke bukit tandus lainnya. Pada akhirnya Allah menjawab atas pengorbanan dan keyakinannya dengan memancarkan air kehidupan yang bernama zamzam.
Kedua, kekayaan tsaqofah. Terkait kewajiban utamanya yang multi dimensi maka seorang muslimah/ibu harus memiliki tsaqofah yang luas tidak hanya terbatas pada tsaqofah Islam tetapi juga tsaqofah-tsaqofah yang bersifat umum. Sejarah telah membuktikan, bahwa perubahan sosial yang terjadi di masyarakat adalah hasil dari pembinaan tsaqofah secara berkesinambungan, penuh perencanaan dan sisitematis.
Aisyah RA, adalah teladan sebaik-baik wanita. Beliau adalah satu-satunya istri Rasulullah yang cerdas dan berwawasan luas. Ribuan hadits Rasulullah yang berkenaan dengan hukum, wahyu dan perilaku nabi bersumber dari Aisyah. Aisyah tidak saja mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam menyerap ilmu tapi beliau juga dikenal sebagai guru yang handal yang mempunyai lidah yang fasih dan lancar. Karena kecerdasannya dan daya ingatnya yang tajam, beliau juga dikenal sebagai periwayat hadits nabi. Selain itu Aisyah juga dikenal sebagai wanita yang piawai berorasi. Beliau akan bersuara lantang ketika di hadapannya terjadi penyelewengan yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah.
Mari, kita berlomba menjadi Aisyah-Aisyah masa kini. Mengasah kecerdasan dengan membekali diri dengan ilmu-ilmu Islam, terus belajar dan mengkaji hukum-hukum yang berkaitan dengan ibadah, makanan, pakaian, hukum perbuatan dan masalah-masalah yang terkait dengan sistem, seperti sistem pendidikan, sistem ekonomi dan politik dalam Islam. Jika muslimah telah mumpuni dengan tsaqofah yang dimilikinya maka kemampuan analisanya pun akan semakin tajam, pada gilirannya akan lebih argumentatif dalam menyampaikan kebenaran Islam.
….Tsaqofah Islam yang dimiliki oleh ibu muslimah akan menjadi pondasi kokoh bagi penyelesaian masalah sehingga anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang matang, berkualitas, percaya diri dan tidak ragu dalam bertindak…
Kapasitas intelektual yang baik bagi seorang muslimah, sangat menunjang perannya sebagai ibu. Ibu yang cerdas sangat dibutuhkan oleh anak-anaknya dalam menuntun perkembangan mental dan spiritualnya. Apalagi di tengah kondisi masyarakat yang jauh dari nilai-nilai Islam, maka seorang ibu harus bisa menempatkan dirinya menjadi figur ideal yang mampu menganalisa dan memberikan solusi bagi setiap permasalahan yang dihadapi oleh anak-anaknya. Tsaqofah Islam yang dimiliki oleh muslimah/ibu akan menjadi landasan atau pondasi yang sangat kokoh bagi penyelesaian masalah sehingga anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang matang, berkualitas, percaya diri dan tidak ragu dalam bertindak.
Dengan tsaqofah yang dimilikinya, seorang ibu diharapkan mampu menciptakan iklim di rumah dengan kebiasaan-kebiasaan yang selalu mengaitkan dengan hukum syara’. Misalnya ketika anak-anak bertanya tentang pergaulan dengan lawan jenis, maka dengan kapasitas keilmuaannya seorang ibu bisa berhujjah dengan logis dan benar bahwa pacaran itu dilarang dalam agama, atau ketika memilih makanan, pilihlah makanan yang halal dan baik untuk kesehatan, atau jika anak-anak latah dengan perayaan valentines yang acap marak, ibu yang faham akan bisa mengarahkan anak-anaknya dan memberikan pengertian bahwasanya perayaan valentines itu adalah tasyabbuh, atau ketika anak-anak bingung dengan fenomena di negeri kita yang acapkali merayakan hari raya Idul Fitri berbeda, maka seorang ibu yang memiliki tsaqofah Islam yang baik mampu memberikan ketenangan dan keyakinan dengan keputusan yang diambil.
Selain itu, muslimah juga harus tanggap dan cermat dengan informasi-informasi global, berita-berita dunia keislaman atau perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat. Dengan demikian diharapkan mampu memberikan jawaban dengan analisa yang tajam dan mencerdaskan ketika anak-anak ataupun masyarakat umum melontarkan pertanyaan.
Ketiga, kekayaan amaliyah. Sia-sialah ilmu tanpa amal dan rusaklah amal yang tidak dilandasi oleh ilmu. Ilmu dan amal merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Setelah memiliki akidah yang benar dan tsaqofah yang luas, maka tidak akan berarti apa-apa jika semua itu tidak ada aplikasinya.
Sungguh, Allah SWT telah menguji kita dengan melihat siapakah yang terbaik amalnya. Sebagaimana firman-Nya: “Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang terbaik amalnya” (Qs Al-Mulk 2).
Ihsanul ’amal (amal yang terbaik) hanya terwujud bila memenuhi dua syarat:
Syarat pertama adalah niat hanya karena Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung pada niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya” (HR Bukhari Muslim)
Dan syarat kedua adalah sesuai dengan sunnah Rasulullah, sebagaimana sabda Nabi SAW:
“Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak” (Bukhari dan Muslim).
“Barang siapa yang melakukan suatu amal yang tidak sesuai dengan urusan kami maka ia tertolak” (HR Muslim).
….Kepribadian Islam akan terbentuk dengan sendirinya ketika seorang muslimah mampu menjaga lisan, fikrah dan akhlaknya….
Muslimah yang paham tentu akan senantiasa berusaha untuk menjaga amal-amalnya agar menjadi amalan yang terbaik di sisi Allah SWT. Kepribadian Islam akan terbentuk dengan sendirinya ketika seorang muslimah mampu menjaga lisan, fikrah dan akhlaknya, sehingga keberadaannya sebagai bagian dari interaksi sosial akan menjadi figur yang diteladani.
Sebagai istri, keberadaannya tidak saja sebagai mitra untuk saling mengingatkan dalam kebenaran tetapi lebih dari itu, dengan amaliyah dan ketaatannya yang sungguh-sungguh akan menjadi penyejuk sekaligus motivasi yang luar biasa bagi suami untuk semakin meningkatkan kedekatannya kepada Allah SWT.
Dan bagi anak-anaknya, ibu yang selalu terjaga amal-amalnya akan menjadi contoh nyata yang paling dekat, yang akan ditiru dan diikuti karena mereka menyaksikan ibunya tidak hanya memiliki pola aqliyah (pemikiran) yang cemerlang tetapi juga menjunjung tinggi pola nafsiyah (perilaku) yang islami dalam setiap tindak tanduknya.
Hayo, sama-sama kita jaga kekayaan yang luar biasa ini. Mulai dari yang paling kecil, mulai dari diri sendiri dan mulailah dari detik ini juga.
Jangan puas dalam mencari ilmu, perbanyak silaturahmi dan pilihlah lingkungan yang baik, karena sesungguhnya tingkat keimanan itu berfluktuasi. Mudah-mudahan dengan lingkungan yang selektif, menyambung silaturahmi dengan orang–orang shalih, maka akidah, tsaqofah dan amaliyah kita tetap terjaga dari virus-virus yang bisa merusaknya, dan kita bisa senantiasa istiqamah di jalan Allah hingga akhir zaman. Wallahu a‘lam bis-shawab. [voa-islam.com]
Share this post..

Kelembutan, Sebuah kekuatan besar yang dimiliki seorang istri dalam membahagiakan keluarga. dengan bersikap lembut, para istri telah memiliki kecantikan yang tak terbatas. Hal ini juga menjadikannya layak untuk disayang oleh siapapun, bahkan benda mati sekalipun....
Kelembutan memberikan pengaruh besar dalam sebuah rumah tangga. Anugrah Allah yang satu ini, yang biasanya menjadi hak milik para istri, akan selalunya memberikan sebuah kebahagiaan. Kelembutan berarti berarti bersabar memahami orang lain, Kelembutan berarti ikhlas dalam senyum menerima apapun yang terjadi dan mewujudkannya dalam sikap yang terbaik, kelembutan berarti membalas betapapun sakitnya perlakuan orang lain dengan sebuah pembalasan yang justru dapat membahagiakannya. Kelembutan juga berarti menegur kesalahan dan menyatakan kesalahan orang lain tanpa harus menyakiti.
Absennya sikap ini membuat semuanya seringkali kacau, betapa tidak, walaupun seseorang mempunyai niat baik yang besar sekalipun dalam memulai sesuatu, namun jika hal tersebut disampaikan dengan cara yang kasar, maka akhirnya akan pasti tidak membahagiakan. Ingatkah kita kisah tentang Rosululloh SAW yang selalu diludahi oleh seorang yahudi, yang mana Rosululloh SAW tidak pernah membalasnya dengan tindakan yang sama, malahan ketika si yahudi jatuh sakit, beliau SAW membalasnya dengan menjenguk si yahudi ke rumahnya. Dan yang terjadi selanjutnya ternyata keluhuran dan kelembutan akhlak Rosululloh telah meruntuhkan segala kedengkian dan kerasnya hati si yahudi dan memberikan kesan dihatinya, sehingga tanpa diminta dan dipaksa, si yahudi tersebut akhirnya menyatakan keislamannya di hadapan Rosululloh SAW. Subhanallah... Kehidupan yang tidak lepas dari sebuah masalah dan ujian, biasanya melahirkan suasana getir dan tegang yang menyebabkan hati menjadi sedikit keras. Begitu pula dalam kehidupan berumah tangga. Betapa bahagianya jika para suami memiliki pendamping yang menyejukkan hati dalam bersikap dan berkata. Betapa damainya seorang suami yang memiliki istri yang tidak pernah memakai kata "aku ingin.." sebagai pencerminan dari egonya, kecuali pada kalimat: aku ingin semua orang yang ada di sekitarku bahagia. Ya, ternyata tidak perlu menjadi sangat cantik,untuk disayang suami, karena dengan bersikap lembut, para istri telah memiliki kecantikan yang tak terbatas. Hal ini juga menjadikannya layak untuk disayang, bukan hanya suami, namun dengan semua orang disekitarnya, bahkan benda mati sekalipun. Kelembutan seorang wanita bukan berarti sosok yang lemah ataupun gampang menangis, justru dengan adanya kelembutan itulah seorang wanita sebenarnya memiliki kekuatan yang luar biasa. Kekuatan itu sendiri adalah, bahwa kelembutan seorang wanita bisa meluluhkan hati laki-laki yang keras sekalipun. Betapa bahagianya seorang suami yang mendapati partner hidupnya tersebut menegurnya dengan cara yang lembut, dan elegan. Karena sudah menjadi sebuah kemakluman bagi semua istri bahwa biasanya seorang suami memiliki sebuah "gengsi" yang tidak mau di otak atik oleh siapapun. Ya itulah laki-laki, para suami kita. Dan sekali lagi, semua itu akan tertaklukkan bukan justru dengan sebuah sikap kasar apalagi kekerasan, sifat lemah lembut mampu membawa mereka yang sedang terlupa untuk kembali kepada aturan dan jalan Allah subhanahu wata'ala. Kelembutan berarti meluruskan dengan tanpa mematahkannya, dan memperbaiki dengan tanpa merusak satupun dari sisi-sisinya. Kelembutan juga berarti sinergi antara akal dan hati dan hal ini selalu berakhir dengan kebahagiaan. Kelembutan tidak usah membeli dan rasa sayang sudah ada pada setiap diri. Dan tergantung pada kemauan kita masing masing- masing untuk mau melaksanakannya atau tidak. Sungguh, kedengaran berat sepertinya. Tapi itulah contoh teladan yang diwariskan oleh orang-orang pilihan terdahulu kepada kita. Dan dengan menjadikan diri kita bersemangat dan berusaha melatih diri agar senantiasa mampu bersikap lembut dan peka rasa ketika berinteraksi dengan siapapun, terutama dengan sang suami, maka insyaallah kita akan menjadi sumber kebahagiaan yang menyejukkan.
(Syahidah)
Share this post..

Bahkan seorang atheis sekalipun bisa merasakan kebenaran dari hati nurani mereka sendiri, sekalipun dia tidak mengenal atau tidak mau mengenal Allah subhanahu wata'ala dalam hidupnya. mereka tak akan bisa menyangkalnya betapapun mereka mencobanya, betapapun lidah dan tubuh mereka mengatakan "TIDAK" atas kuasa Allah."...
Ketika banyak hal terjadi dalam hidup, maka hati nurani menjadi filter bagi kita.Saat harus memilih, manusia memiliki kebebasan hakiki sebagai manusia. Di sini pulalah hati nurani berbicara untuk menjaga langkah kita dari kesesatan. Suara kebenaran yang selalu di usungnya menjadikan dia menjadi raja bagi yang mengangkatnya sebagai raja. Dia menjadi alarm bagi pribadi yang mematuhi dan rajin berkonsultasi kepadanya. Kepatuhan atau penyangkalan kita kepada suara Hati nurani, yang selalu menyerukan sesuatu yang baik, akhirnya menjadi pengukir jalan nasib kita selanjutnya. Bisa saja manusia pintar dalam menyusun kata untuk berdalih atau berbohong, namun kebenaran dari hati nuraninya sendiri tak akan pernah bisa disangkalnya. Bahkan seorang atheis sekalipun bisa merasakan kebenaran itu, sekalipun dia tidak mengenal atau tidak mau mengenal figur tuhan dalam hidupnya. mereka tak akan bisa menyangkalnya betapapun mereka mencobanya, betapapun lidah dan tubuh mereka mengatakan "TIDAK". Dengan kata lain, sebenarnya hal tersebut secara tidak langsung menyangkal pendirian mereka sendiri. Bukankah hati nurani adalah salah satu dari kewujudan kuasa Allah subhanahu wata'ala juga.
" Bahkan seorang atheis sekalipun bisa merasakan kebenaran dari hati nurani mereka sendiri, sekalipun dia tidak mengenal atau tidak mau mengenal Allah subhanahu wata'ala dalam hidupnya. mereka tak akan bisa menyangkalnya betapapun mereka mencobanya, betapapun lidah dan tubuh mereka mengatakan "TIDAK" atas kuasa Allah."
Apakah kita pernah merasa terpenjara, walaupun sebenarnya kita bebas? ternyata penyangkalan kita terhadap suara hati nurani sudah cukup sangat memenjarakan kita dalam sempitnya pemikiran dan dunia kita sendiri. Kenyamanan dan kesenangan dunia tidak lagi terasa, karena beratnya pikiran dan langkah yang terasa seperti terkekang dan sangat terbatas. Ternyata, sebagai manusia ternyata kita benar-benar tidak akan bisa terlepas dari kefitrahan kita sebagai figur ciptaan Sang Maha Pencipta. Artinya, dalam kondisi harus membuat pilihan yang terbebas sekalipun, hati nurani yang membawa pesan moral dan tetap berusaha memagari. Manusia tidak akan pernah 100% menjadi individu yang bebas. Namun ketika kita berusaha selalu mentaati kebenaran yang dibisikkannya, maka hal tersebut akan memberikan kita kebebasan yang benar-benar bebas.
(Syahidah)
Share this post..

Kebiasaan apa pun yang Anda ajarkan kepada anak terkait keuangan, bisa menular dan tertanam kuat di diri mereka hingga tumbuh dewasa. Sayangnya, tidak sedikit orangtua yang memberikan contoh keliru kepada buah hatinya soal uang....
Kebiasaan apa pun yang Anda ajarkan kepada anak terkait keuangan, bisa menular dan tertanam kuat di diri mereka hingga tumbuh dewasa. Sayangnya, tidak sedikit orangtua yang memberikan contoh keliru kepada buah hatinya soal uang. Para pakar keuangan mengatakan, berkomunikasi dengan anak-anak tentang uang dan memimpin dengan contoh positif, sangat penting bagi masa depan keuangan anak-anak mereka. Namun, orangrua sering mengirimkan pesan yang membingungkan dan mengancam pertumbuhan keuangan anak-anak mereka. Nah, berikut ini adalah sejumlah hal yang sebaiknya tidak dilakukan dalam mengajarkan anak soal keuangan, seperti dikutip situs forbes.com: Diam Theresa Harezlak, penasihat keuangan dari Savant Capital Management dan ibu dari dua anak, mengatakan kesalahan uang terbesar yang dibuat orang tua adalah diam. Dalam kebanyakan rumah tangga, kata Harezlak, orang tua tidak menjelaskan tentang kondisi keuangan mereka sendiri atau cara kerja uang. Beberapa orang tua bahkan mungkin mengatakan kepada anak-anak mereka, bahwa uang merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan. Kartu kredit Kesalahan lain yang umum dilakukan orangtua adalah menggunakan kartu kredit di depan anak-anak, tanpa menjelaskan cara kerjanya. Buah hati bisa menilai kartu kredit itu sebagai kartu ajaib yang dapat memenuhi semua keinginan mereka. Hal ini dapat mengakibatkan penyalahgunaan kredit di kemudian hari. Harezlak menyarankan agar orangtua setidaknya menjelaskan kepada anak-anak, bahwa tagihan akan datang setiap akhir bulan. Seiring waktu, orang tua juga harus mengajarkan anak-anak tentang kapan dan mengapa kartu kredit dapat bermanfaat, serta bagaimana cara mempertahankan kredit yang baik. Enggan menolak Menurut David Bach, ahli keuangan pribadi dan penulis buku bestseller seperti 'Debt Free For Life,' kesalahan terbesar para orangtua adalah tidak mengatakan kata 'tidak.' Tidak sedikit orangtua yang langsung mengabulkan setiap keinginan anak-anaknya, bahkan meski pun telah menetapkan aturan atau anggaran. Bach mengatakan, tindakan ini bisa membuat anak tumbuh menjadi orang dewasa yang mendambakan kepuasan instan. Jika anak menginginkan sesuatu yang tidak ada dalam anggaran, ia menyarankan untuk menggunakan kesempatan tersebut guna mengajarkan perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Berbohong Sebuah survei yang dilakukan ForbesWoman terbaru, menemukan bahwa 31 persen orang dewasa berbohong tentang uang kepada pasangannya. Jika Anda berkata kepada anak, ''Ini rahasia kita,'' atau ''Jangan beritahu ayah,'' si kecil bisa menyimpulkan mereka juga tidak perlu jujur tentang uang. Setelah anak menyadari bahwa orangtuanya tidak jujur atau tidak berkomunikasi satu sama lain, mereka dapat belajar untuk memanipulasi ayah dan ibunya. Selanjutnya, Bach mengatakan bahwa kebanyakan orang mengelola uang seperti orangtua mereka, yang berarti mereka mungkin akan melanggengkan ketidakjujuran dalam hubungan mereka sendiri
(sydh/MI)
Share this post..
|