InfoBeasiswaS1 – Pemerintah Republik Romania melalui Kementerian Luar Negeri kembali menawarkan beasiswa untuk mahasiswa asing, termasuk di antaranya dari Indonesia. Jumlah beasiswa yang disiapkan untuk tahun akademik 2011/2012 ini sebanyak 85 beasiswa S1 ke Romania dan pascasarjana (S-2/S-3) dengan bahasa pengantar bahasa Romania. Seleksi...
By admin, on February 4th, 2011
InfoBeasiswaS1 – Pemerintah Republik Romania melalui Kementerian Luar Negeri kembali menawarkan beasiswa untuk mahasiswa asing, termasuk di antaranya dari Indonesia. Jumlah beasiswa yang disiapkan untuk tahun akademik 2011/2012 ini sebanyak 85 beasiswa S1 ke Romania dan pascasarjana (S-2/S-3) dengan bahasa pengantar bahasa Romania.
Seleksi kandidat yang berhak meraih beasiswa ini akan langsung dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan, serta Kementerian Kepemudaan dan Olahraga Romania. Bagi teman-teman yang berminat memperoleh beasiswa S1 ke Romania, kualifikasi kandidat yang bisa meraih beasiswa ini adalah pelajar asing yang bukan berasal dari negara-negera kelompok Uni Eropa. Beasiswa ini juga terbuka lebar bagi pelajar/mahasiswa dari negara-negara ketiga yang telah memiliki hubungan budaya atau kerja sama tertentu dengan Pemerintah Romania.
Perlu diketahui, kandidat yang tidak bisa berbahasa Romania akan diberi kesempatan mengikuti kelas persiapan mempelajari bahasa Romania. Kandidat yang akan mendaftar dapat mengirimkan berkas aplikasinya ke Kementerian Luar Negeri Romania atau Kementerian Pendidikan, Riset, Pemuda, dan Olahraga melalui perwakilan Romania di Jakarta.
Batas akhir penerimaan berkas pendaftaran adalah 15 April 2011. Informasi mengenai beasiswa S1-S3 Romania bisa dilihat di http://www.dikti.go.id atau langsung melalui situs http://www.mae.ro.
PT XL Axiata, Tbk bekerjasama dengan Yayasan Khazanah untuk memberikan Warga Negara Indonesia yang berprestasi untuk dapat melanjutkan studinya ke jenjang S2 di Malaysia. Khazanah Global Scholarship is a prestigious award that offers opportunities for bright and high-achieving Malaysians to pursue Undergraduate and Postgraduate studies at the...
PT XL Axiata, Tbk bekerjasama dengan Yayasan Khazanah untuk memberikan Warga Negara Indonesia yang berprestasi untuk dapat melanjutkan studinya ke jenjang S2 di Malaysia. Khazanah Global Scholarship is a prestigious award that offers opportunities for bright and high-achieving Malaysians to pursue Undergraduate and Postgraduate studies at the selected world’s leading universities. In addition, recipients of the Khazanah Global Scholarship are provided with leadership training and job attachment at leading organisations in Malaysia. Proses pendaftaran serta penyaringan para peserta program beasiswa pendidikan S2 ini akan mulai dibuka untuk masyarakat umum ,mulai tanggal 11 Juni hingga 15 Juli 2010. Dari para calon peserta yang mendaftar, nantinya hanya akan dipilih 5 orang terbaik yang berhak untuk dapat mendapatkan program beasiswa ini. Adapun pilihan program studi yang bisa dipilih oleh para peserta adalah Manajemen Pemasaran, Manajemen Bisnis, Teknologi Informatika serta Teknologi Telekomunikasi di 7 Universitas ternama di Malaysia yakni: Multimedia Univesiti, Universitas Kebangsaan Malaysia, Universitas Islam Antarbangsa Malaysia, Universitas Islam Antarbangsa Malaysia, Universitas Malaya, Universitas Putra Malaysia, Universiti Sains Malaysia
Beasiswa Scholarship General Terms and Conditions: 1. Posses strong leadership skills and active participation in extra-curricular, social or voluntary activities 2. A personal statement (for undergraduate study) or a research outline (for postgraduate study) will be required. 3. Applicants must have consistence and outstanding academic achievement record as follows: Kriteria 1. Warga Negara Indonesia 2. Lulus Pendidikan SMA/SMK/STM dengan nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) min 8.00 dari 10.00 3. Lulus Pendidikan S1 dengan IPK min 3,5 dari 4,0 4. Memiliki Kemampuan memimpin yang baik serta aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan sosial 5. Mampu berbahasa Inggris dengan Baik Baik tulis maupun Lisan 6. Berbadan Sehat
Bidang beasiswa Khazanah Global Scholarship 1. Manajemen Pemasaran (Management – Marketing) 2. Manajemen Bisnis (Business Management) 3. Teknologi Informatika (Information Technology) 4. Teknologi Telekomunikasi (Telecommunication Technology)
Pilihan Universitas untuk beasiswa Khazanah Global Scholarship a) Multimedia University b) Universiti Tenaga Nasional c) Universiti Sains Malaysia d) Universiti Kebangsaan Malaysia e) Universiti Putra Malaysia f) Universiti Malaya g) Universiti Islam Antarabangsa Malaysia.
Copy Dokumen yang diperlukan: 1. Fotocopy Ijazah kelulusan SMA/SMK/STM dan setingkatnya 2. Fotocopy Ijazah kelulusan Perguruan Tinggi setingkatnya 3. List Kurikulum mata kuliah mulai dari semester 1 sampai akhir. 4. Transkrip nilai dari semester 1 hingga selesai. (Ujian Nasional, Ujian Sekolah serta Tingkat Perguruan Tinggi) 5. SErtifikat TOEIC /TOEFL (Jika ada) 6. Sertifikat lainnya (Jika ada) 7. Fotocopy KTP 8. Riwayat Hidup/Curriculum Vitae
Cara Pendaftaran: 1. Download form pendaftaran beasiswa Khazanah Global Scholarship 2. Isilah form pendaftaran 3. Kirimkan form tersebut berikut dokumen yang kami minta melalui email ke corpcomm@xl.co.id
Incoming search terms for the article:
Related Informasi Beasiswa Scholarship:
The Goldman Sachs Global Leaders Program (GSGLP) – The University of SydneyThe Goldman Sachs Global Leaders Program (GSGLP) was established by the Goldman Sachs Foundation in 2001. The Goldman Sachs Global King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) Discovery Scholarship King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) is being built in Saudi Arabia as an international, graduate-level research university Lippo Bank Scholarsip 2007 Intake PT Bank Lippo Tbk (LB), a major investee company of Khazanah Nasional Berhad, Malaysia, believes in developing the human capital Sayembara Karya Tulis Bank Indonesia Dalam rangka mendorong optimisme bagi masa depan negara tercinta, Bank Indonesia mendorong pemikiran kreatif dari putra-putri terbaik bangsa melalui Sayembara Cari Beasiswa di sini Ini ada blog bagus buat kamu-kamu yang mau cari beasiswa. Situs ini memuat banyak informasi mengenai Yayasan-yayasan pemberi beasiswa, tips Follow any responses to this entry when people search for daftar beasiswa s2 (10), beasiswa s2 (8), scholarship s2 (8), uNIVERSITAS ANTAR BANGSA (8), beasiswa s2 ekonomi islam (8), beasiswa s2 ekonomi islam 2010 (7), universitas islam antar bangsa malaysia (7), beasiswa s2 khazanah (6), s2 scholarship (6), universitas antar bangsa malaysia (5), universitas islam antar bangsa (5), khazanah beasiswa (4), BEASISWA S2 UNIVERSITAS KEBANGSAAN MALAYSIA (4), khazanah global scholarship (3), daftar pemberi beasiswa s2 (3), beasiswa s2 universitas malaya (3), s2 ekonomi islam (3), s-2 di malaysia (3), khazanah scholarship (3), Global scholarship (3),
Subscribe Beasiswa student scholarship feed.
Leave a response, or Trackback from your own site.

Jangan cuma memberikan hukuman pada anak, karena anak juga butuh penghargaan. Memberikan hukuman dan penghargaan kepada anak dipercaya akan membentuk jati diri mereka di masa depan....
Jangan cuma memberikan hukuman pada anak, karena anak juga butuh penghargaan. Memberikan hukuman dan penghargaan kepada anak dipercaya akan membentuk jati diri mereka di masa depan. Jika dilakukan dengan tepat, akan mengurangi frekuensi perilaku yang tidak diinginkan. Reward and Punishment atau penghargaan dan hukuman harus diberikan secara berimbang. Penghargaan berupa pujian harus diberikan dengan tepat. Namun anak juga harus mengerti konsep: kalau benar dia mendapat penghargaan, sedang kalau salah dia harus mendapat teguran atau hukuman. Penghargaan
Psikolog Laura Ramirez, dalam buku Walk In Peace, mengatakan anak berhak mendapatkan penghargaan atas perbuatan baik atau yang diharapkan baik. Penghargaan ada yang bersifat materil (berupa benda atau makanan), sosial (dipuji, dipeluk, atau dicium) dan kesempatan lebih (nonton tv lebih lama, tidur dengan orang tua, atau rekreasi ke tempat yang diinginkannya). Dari semua itu, hadiah yang bersifat sosial yang paling praktis. Namun, orang tua jangan asal memberi penghargaan. Penghargaan harus dibarengi pemberian tanggung jawab yang lebih kompleks. Anak yang terlalu sering mendapat hadiah berisiko kehilangan motivasi untuk mencoba melakukan hal lain. Dalam jangka panjang ia akan tumbuh menjadi pribadi manja, kurang tangguh, kurang kreatif, kurang memiliki rasa bersalah, dan kurang berprestasi. Sebaliknya anak yang jarang menerima penghargaan tidak pernah tahu bahwa dirinya telah melakukan hal-hal yang positif. Dalam jangka panjang ia akan tumbuh dengan kurang percaya diri, depresif, sering kecewa, sulit berinteraksi, mudah sedih, dan sensitif. Hukuman
Selain memberikan penghargaan, orangtua juga jangan lupa untuk menerapkan pemberian hukuman jika anak berbuat salah, melanggar aturan, atau menyalahi kesepakatan dengan orangtua. Namun, orangtua juga sebaiknya ingat bahwa undang-undang perlindungan anak memberikan batasan dalam pemberian hukuman kepada anak. Jika orang tua terlalu keras menghukum, mereka dapat dituntut melanggar hak asasi anak. Menurut Justine Mol penulis Growing Up in Trust hukuman yang paling tepat dan mudah adalah teguran dengan lembut. Beri contoh apa yang seharusnya dilakukan anak. Jadi anak tidak hanya merasa disalahkan, tapi juga diberitahu bagaimana seharusnya yang benar. Bentuk hukuman lain yang tepat adalah berupa timeout dan konsekuensi. Psikolog Ike R. Sugianto, Psi mengatakan ada beberapa prinsip yang harus dipahami orangtua dalam memberikan penghargaan dan hukuman pada anak. Penghargaan
1. Berikan penghargaan jika aktivitas anak positif agar menjadi stimulusnya 2. Sesuaikan dengan perjuangan yang dilakukan anak, jangan berlebihan 3. Berikan hadiah atau penghargaan dengan penuh ketulusan dan bukan basa basi 4. Setiap memberi hadiah yang bersifat materiil barengi dengan hadiah sosial Hukuman
1. Perhatikan kondisi psikologis anak agar anak tetap merasakan kasih sayang orangtuanya lewat hukuman 2. Pahamilah bahwa hukuman bagi anak yang satu bisa jadi berbeda bagi anak yang lain 3. Orangtua harus konsisten agar anak yakin dengan maksud hukuman 4. Beri hukuman serealistis mungkin agar anak paham kesalahannya dan tidak punya standar ganda
(sydh/dtc)
Share this post..

apakah seorang pelacur layak mencintai? Tidak ada yang salah dengan cinta, yg salah adalah kebencian.... namun, "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. Lalu, apakah lelaki seperti ini yang kemudian akan menjadi pilihan untuk membaikkan hidup?...
Pertanyaan tersebut datang dari seorang wanita yang mengaku "terpaksa" menjerumuskan diri dalam sebuah dunia hitam pelacuran. Pertanyaan tersebut juga muncul sebagai wujud dari keinginan manusiawinya, ketika dia melihat seorang istri yang berbahagia dengan suaminya. "Siapapun saya, saya tetaplah seorang wanita dan manusia yang masih punya hati dan ingin mencintai. tapi apakah masih pantas untuk saya semua hal itu? " begitu ungkapnya
Rasa "iri" hati itu berlanjut dengan sebuah cita cita yang mungkin untuk sebagian orang adalah sepele, namun sangat berharga baginya, hidup bersama keluarga kecilnya yang bahagia. " Namun apakah Allah masih akan mengabulkan doa saya untuk itu? biarlah hal itu hanya sebatas impian saja". Cita cita luhur itu harus dipendamnya dalam- dalam ketika dia mendapati dirinya berada dalam lingkaran dosa yang tiada henti, setiap hari. Begitulah kurang lebih yang ada dalam benak mereka. Sesuatu yang sudah terlanjur dan memberi mereka kesenangan serta kemudahan sesaat dalam urusan dunia, membawa mereka menjadi pribadi yang menolak hati nurani, yang memang selalu menganjurkan kebaikan. Dan sebagai kata penutup, kemiskinan harta menjadi alasan termanis yang diungkapkan. Namun... Bukankah hidup adalah pilihan,dan setiap detik kita selalu diposisikan untuk memilih, antara hitam dan putih, antara kiri dan kanan, antara baik dan buruk, dst. Namun masih banyak orang yang berkata, hidup bukan masalah memilih, tapi bertahan. Bukankah hari ini adalah hari esok yang kita risaukan kemarin? Akan ada asa bagi siapa yang yakin dan berusaha. Dan itulah kata lain dari bertahan. Walaupun jalan hidup tidak selalunya terang dan indah untuk dilalui, tapi satu hal yang pasti, Allah Subhanahu wata'ala adalah tetap yang paling maha penyayang. Dan insyaallah, kesengsaraan dan kemiskinan adalah guru terbaik dalam kehidupan, dan bukan sarana penenggelaman diri kita ke dalam dosa yang lebih dalam. Tengok saja, Betapa khusuk doa orang miskin yang sedang belajar meminta dikayakan, betapa mereka bisa lebih berhemat untuk belajar bertahan hidup, betapa mereka bersyukur ketika dapat mewujudkan keinginannya, dst. Kemiskinan yang diterima dengan ikhlas dan dijadikan pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sesungguhnya telah mengajarkan sebuah keanggunan bagi pelakunya. Dan.... Sekali lagi, jika dalam pikiran kita, hidup adalah tentang pilihan, maka menjadi pelacur ataupun wanita yang bertaubat juga adalah pilihan yang harus dipilih. Dan pilihan itu akan menentukan gambaran nasib kita selanjutnya.
Memang bukanlah penghakiman yang mereka harapkan, namun bantuan dan uluran tangan yang lebih mereka butuhkan. Semoga Allah yang maha penyayang mencurahkan rahmat hidayah bagi para pemilih jalan hitam itu untuk kembali kepada kebaikan. Dan jika masih terselip pertanyaan, apakah seorang pelacur layak dicintai dan mencintai? maka jawabannya adalah, Tidak ada yang salah dengan cinta, yg salah adalah kebencian.... namun, "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." Hal tersebut adalah ketetapan Allah Subhanahu wata'ala. Lalu, apakah lelaki keji yang kemudian akan menjadi pilihan kita untuk membaikkan hidup kita?. Subhanallah, ternyata pertobatan dan kebaikan adalah jalan satu satunya untuk bahagia, dan kebaikan adalah selalunya tentang membaikkan dan menenangkan walaupun jalan yang ditempuh tidaklah selalunya mudah.
(Syahidah)
Share this post..

Aku bangga dengan ibuku, walaupun orang memandang rendah pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga, namun ibu bisa menjadi tumpuan harapan anak-anaknya. Ibuku adalah seorang pahlawan tanpa pujian....
Beberapa teman menanyakan kepadaku, apa pekerjaan ibumu? aku menjawab, pekerjaan ibuku adalah membantu orang tanpa mengenal jam kerja dan lembur, menyenangkan dan meringankan beban orang lain, mengasihi putra orang lain, merawat orang lain dengan penuh ketelatenan, melayani orang lain dengan penuh semangat dan masih banyak lagi. Intinya, pekerjaan ibuku adalah pekerjaan yang mulia, sangat mulia. aku menyebutnya, pekerjaan kasih sayang.
Mereka bertanya lagi, berapa gaji ibuku? aku lalu menceritakan kepada mereka, setiap hari aku melihat ibu berangkat di pagi hari dan pulang malam hari. Dan bangganya aku ketika melihat, tiada keluh kesah yang keluar dari ibuku yang penyayang. Bahkan Ibu mengatakan kepadaku, bahwa kita harus bekerja bukan hanya dengan tenaga ataupun pikiran, tapi dengan hati. Merawat barang milik orang lain, menyayangi anak orang lain, dan sebagainya, haruslah dilakukan dengan sepenuh hati. Lalu aku bertanya kepada mereka, dengan semua itu kira kira berapa gaji yang pantas diberikan untuk ibuku?. Mereka Hanya diam, tidak memberi jawaban.
selanjutnya, Mereka malah bertanya lagi, apakah aku tidak malu mempunyai ibu yang dipandang sebelah mata, berpendidikan rendah, dan kelihatan miskin. Ya Allah, apakah orang orang itu lupa, Baju licin yang mereka pakai dan telah disetrika itu, lantai rumah mereka yang bersih, hasil cucian yang harum adalah hasil kerja ibuku.
Mungkin aku justru akan malu jika ibuku adalah seorang majikan yang kaya, yang lupa berterima kasih kepada para pembantu rumah tangga seperti ibuku. Aku akan malu, jika seandainya aku ini anak yang manja yang hanya bisa menyuruh-nyuruh seperti seorang raja kepada rakyatnya. Apalagi sampai lupa bahwa tangan pembantuku hanya dua. Aku juga akan malu jika aku menjadi mandor yang tidak pernah absen membentak atau berteriak hanya karena kesalahan kecil, misalnya pakaian sobek karena salah menyetrika. Dan pasti aku akan malu jika menjadi bos yang hanya memberikan sedikit gaji, tapi sudah bertingkah seakan akan aku sudah membeli seluruh dunia dan hidup mereka.
Ya begitulah kebanyakan orang memandang ibuku. Tapi tak apalah, Kedudukan seseorang dalam pandangan manusia bisa saja mulia, tapi belum tentu dalam pandangan Allah. Siapa tahu ibadah ibuku lebih ikhlas dari pada mereka, yang memiliki ilmu sedikit tapi mengamalkannya. Siapa tahu mungkin ibuku dalam pandangan Allah lebih mensyukuri nikmat yang telah diberikan dari pada mereka. Dan... siapa tahu malah ibukulah yang lebih didengar doa- doanya dari pada mereka. Hanya Allah Subhanahu wata'ala yang maha tahu hati hamba hambanya.
Aku bangga dengan ibuku, walaupun orang memandang rendah pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga, namun ibu bisa menjadi tumpuan harapan anak-anaknya. pekerjaan yang dilakukan ibuku adalah pekerjaan mulia dengan penghasilan yang halal, dan ibuku adalah seorang pahlawan tanpa pujian.
(Syahidah)
Share this post..

Banyak orang mengeluh obat yang diminum tidak manjur. Ternyata ada kuncinya agar manfaat obat tersebut jadi manjur. Bagaimana caranya?...
Ilmuwan dari Oxford, Cambridge dan 2 universitas lain dari Jerman menemukan sembuh tidaknya suatu penyakit bukan hanya tergantung obatnya, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pikiran. Pasien akan lebih cepat sembuh jika dalam pikirannya tidak ada keragu-raguan tentang jenis dan khasiat obat yang dipakainya. Hal ini dibuktikan dalam eksperimen yang melibatkan 22 relawan, para ahli membuktikan bahwa kekuatan pikiran sangat berperan dalam kesembuhan penyakit. Di awal eksperimen, rangsang nyeri diberikan dengan intensitas sedang melalui alat pemanas yang ditempelkan di permukaan kulit para relawan. Para relawan diminta memberi skor rasa sakit dengan rentang 0-100 dan diperoleh skor rata-rata yakni 66. Selanjutnya para relawan mendapat obat pereda nyeri dari golongan opiat lewat injeksi intravena. Tanpa diberi tahu obat apa yang diinjeksikan, para relawan diminta menilai lagi rasa sakitnya dan ternyata rata-rata berkurang menjadi 55. Begitu tahu bahwa obat yang disuntikkan adalah pereda nyeri, rata-rata skor rasa nyeri menjadi semakin rendah yakni 39. Penurunan intensitas nyeri ini menunjukkan bahwa dengan meyakini fungsi obat yang diberikan, pasien lebih banyak mendapat manfaat dari obat tersebut. Demikian juga ketika para relawan diberitahu bahwa pemberian obat itu sudah dihentikan, rata-rata skor rasa nyeri kembali meningkat menjadi 64. Padahal menurut perhitungan para ahli, efek obat yang disuntikkan seharusnya masih bekerja hingga beberapa jam kemudian. "Temuan ini menegaskan bahwa dokter tidak boleh mengabaikan pentingnya memberi informasi pada pasien tentang obat apa yang diberikan dan apa fungsinya," ungkap salah satu peneliti, Prof Irene Tracey seperti dikutip dari Telegraph. Dokter harus jelas memberikan info ke pasien obat ini untuk apa, sehingga pasien mengerti fungsi obatnya dan ketika minum yakin akan manfaat obat tersebut sehingga memberikan efek yang lebih manjur. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan baru-baru ini dalam jurnal Science Translational Medicine.
(sydh/dtc)
Share this post..

Pola pengasuhan yang terlalu ketat diketahui akan mengancam kondisi kejiwaan anak. Cari tahu apa saja isyarat pada orangtua yang menegakkan aturan dengan keras dan bagaimana mengatasinya dalam artikel berikut....
Jika balita empat tahun Anda berlaku nakal dan tidak sopan di meja makan, apa yang Anda lakukan? Langsung membersihkan mulutnya dan membawanya keluar atau didiamkan saja? Bagaimana dengan anak SD Anda yang kurang berprestasi di sekolah dan malas mengerjakan pekerjaan rumah (PR), apakah Anda segera melarangnya untuk bermain? Apa pula yang Anda lakukan ketika mendapati anak remaja Anda mulai menentang adanya jam malam? Penerapan disiplin memang merupakan sebuah dilema bagi semua orangtua. Lalu, bagaimana Anda bisa tahu jika teknik penanaman disiplin Anda sangat keras atau malah terlalu santai? D Banyak orangtua yang bertanya-tanya, apakah pola pengasuhan tersebut terlalu ketat atau malah mungkin lebih toleran saat mengajarkan disiplin kepada anak-anak sendiri, dan apa efek yang akan timbul saat mereka dewasa. Penerapan disiplin yang terlalu keras atau otoriter berisiko merusak jiwa anak-anak. “Anak ingin berlaku menyenangkan, tetapi dia khawatir tentang persetujuan orangtua sehingga dia akan menjadi anak yang suka gelisah dan ragu-ragu,” ujar Elizabeth J Short PhD, seorang profesor psikologi dan direktur di Schubert Center, Case Western Reserve, University in Cleveland,. “Atau kadang-kadang, dia tahu bahwa tidak ada cara buat lari dari aturan yang telah Anda tentukan sehingga mereka bahkan tidak mencoba,” lanjut Short seperti dikutip laman webmd.com. Berikut dipaparkan beberapa tanda bahwa Anda terlalu otoriter dengan anak-anak Anda dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya. Pertama, Anda menetapkan aturan terlalu banyak. “Ini adalah tanda bahwa Anda terlalu keras untuk setiap orang. Jika Anda menetapkan aturan begitu banyak, bukan berarti Anda menerapkannya ke setiap orang,” kata Nancy Darling PhD, profesor bidang psikologi di Oberlin College, Oberlin, Ohio. Sebaliknya, terapkan aturan dalam jumlah yang lebih sedikit dan tegakkan hal tersebut secara konsekuen. “Tindak lanjut itu sangat penting,” terangnya. Tanda berikutnya adalah ancaman Anda terlalu berlebihan. Mengatakan ”Ibu akan membuang semua mainan kamu” atau “mengusir kamu ke luar rumah” tidak akan efektif, apabila dia menjawabnya dengan “tidak apa-apa”. Pasti, Anda akan mengalah. “Apa yang Anda lakukan adalah membuat semacam ancaman kosong dan mengajarkan anak Anda untuk berbuat jahat,” kata Darling. “Ini akan bermasalah ketika Anda tidak bisa mengalah dan tahu bahwa Anda telah melakukan sebuah kesalahan karena Anda bahkan tidak percaya pada apa yang Anda akan lakukan lagi,” lanjutnya. Satu lagi tanda Anda terlalu keras adalah aturan tersebut melampaui batas-batas aturan orangtua Anda. “Orangtua dapat dan harus menetapkan aturan tentang bagaimana seorang anak berperilaku di sekolah, memperlakukan orang lain, dan masalah keselamatan,” ujar Darling. Aturan terkait keamanan dan moral anak boleh-boleh saja, ujar dia. “Kadang-kadang apa yang orangtua katakan tentang keselamatan atau moral, tetapi anak merasa itu urusan pribadi,” kata Darling.
“Katakanlah, ‘Ibu selalu sayang sama kamu, tapi Ibu mengharapkan kamu untuk berperilaku dengan cara ini’ atau ‘Ibu tahu kamu bisa melakukannya dengan lebih baik’,” kata Darling. “Jangan mengatakan ‘Kamu salah jika tidak berperilaku seperti ini’. Perkataan seperti ini menyakitkan perasaan anak Anda,” imbuhnya. Atau Anda juga tidak menyaring kata-kata yang Anda ucapkan. Ini bukan hanya bagaimana Anda mengatakannya, tetapi apa isi perkataan Anda. Bahkan jika nada bicara Anda bisa diukur,kata-kata menjadi masalah Anda. “Berkata dengan suara tenang bisa mengungkapkan sesuatu hal yang lebih berarti,” ujar Darling. “Isi itu lebih penting daripada bagaimana kata itu diucapkan,” lanjutnya. Pengasuhan yang otoriter juga tidak menganggap sebuah kebersamaan.Ketika Anda menyuruh anak melakukan sesuatu yang sulit, lakukan kegiatan tersebut bersama dia, bukannya memerintahkan dia untuk melakukannya. Anda juga seperti seorang polisi, selalu mengomel, memantau, atau mengingatkan. “Jika hal ini menjadi kegiatan andalan dari hubungan Anda dengan anak, lalu mengesampingkan hal-hal lain yang sebenarnya harus dilakukan sebagai orangtua, Anda mungkin mengasuh terlalu keras,” kata Ron Taffel PhD, psikolog anak berbasis di New York dan penulis beberapa buku tentang pengasuhan anak, termasuk Childhood Unbound. Satu lagi isyarat bahwa pengasuhan Anda terlalu keras adalah Anak Anda pergi meninggalkan Anda. “Jika anak malas berbicara dengan Anda tentang halhal yang penting,ini bisa menjadi pertanda bahwa Anda terlalu ketat,” kata Taffel. “Anda memenangkan pertempuran,tetapi kalah perang.Anda bisa menyuruh anak untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai, tetapi mereka tidak akan terbuka tentang hal-hal yang membuat dia cemas atau gelisah,” imbuhnya.
(sydh/okz)
Share this post..

Tak bisa 'lepas' dari orangtua, hanyalah satu dari sekian masalah rumahtangga yang terjadi. Lalu bagaimana caranya agar kita bisa benar benar mandiri setelah menikah?...
Tak bisa ‘lepas’ dari orangtua, hanyalah satu dari sekian masalah rumahtangga yang terjadi. Salah satu pihak menganggap pasangannya belum mandiri karena masih sering bergantung banyak hal pada orangtua. Bergantung dalam hal petunjuk dan bimbingan menjalani hidup tentu masih wajar. Namun bergantung dari segi finansial dan emosional tentulah tidak wajar, apalagi untuk jangka waktu panjang. Serba-serbi Ketidakmandirian
Wujud kemandirian bukan hanya finansial, melainkan segala aspek kehidupan pasangan suami-istri. Banyak pasangan yang tetap bergantung pada orangtuanya dalam hal mengasuh, mendidik anak. Suami memilih untuk bekerja, dan tanggung jawab mengasuh anak diserahkan kepada orangtua atau mertua. Biasanya sebagian besar pasangan memilih tinggal dengan orangtua atau dekat dengan orangtua karena alasan tersebut. Ketergantungan atau ketidakmandirian lain yang acapkali terjadi adalah saat mengambil keputusan. Wanita sebagai ibu dari anak-anak tidak mampu mandiri dalam mengambil keputusan. Bukan sekadar meminta pendapat, tapi tidak bisa mengambil keputusan bila tidak ada orangtuanya. Bahkan yang lebih parah, si wanita tidak pernah mengambil keputusan bagi keluarganya sendiri. Orangtuanyalah yang selalu mengambil keputusan. Di sisi lain, terkadang orangtua tidak siap melepas anaknya yang sudah menikah. Mereka tetap dianggap sebagai anak kecil yang harus di bawah kendalinya. Orangtua tetap merasa harus dan berhak mengatur kehidupan anak bahkan menantunya. Namun, ada pula istri yang mengeluh karena tak pernah merasa menjadi seorang ibu rumah tangga, karena segala sesuatu diatur mertuanya. Artinya pihak suami-lah yang belum mampu mandiri. Pisah dari orangtua bukan jaminan
Di Indonesia, tinggal dekat atau serumah dengan orangtua hingga dewasa dan berumahtangga termasuk hal biasa. Umumnya alasan utama yakni suami-istri sama-sama bekerja di luar rumah dengan perjalanan yang amat menyita waktu. Tinggal serumah dengan kakek-nenek membuat orangtua Indonesia merasa lebih aman meninggalkan anak-anaknya bersama pengasuh, sebab ada yang mengawasi. Alasan kedua, tinggal bersama orangtua selama beberapa tahun membantu pasangan yang baru menikah untuk bisa menabung dan membeli rumah sendiri ketimbang dipakai untuk menyewa. Sebaliknya, ada pasangan yang walaupun sudah mampu tinggal di rumah sendiri namun salah satu pihak masih belum bisa menjalankan peran sepenuhnya sebagai suami-istri atau ayah-ibu yang baik bagi anak-anaknya. Jadi, domisili atau perihal tempat tinggal bukanlah jaminan agar salah satu pihak (suami/istri) tak bergantung lagi dengan orangtua. Apakah Ketergantungan Bisa Diatasi?
Hal ini bisa terwujud dengan niat dan tekad yang kuat untuk belajar mandiri. Jangan sampai masalahnya semakin besar karena pasangan terbiasa bergantung pada orangtua dan malah tidak tergerak untuk berusaha. Kemandirian bukan berarti harus memikirkan diri sendiri tanpa memerhatikan orang lain, utamanya pasangan hidup. Kemandirian dalam berpikir dan bertindak berarti mengedepankan rasa percaya diri dalam menghadapi setiap peristiwa yang terjadi. Dengan demikian, tak perlu menunggu pasangan bertindak ketika harus menentukan sikap terhadap suatu momen penting.
(sydh/Mom& Kiddie)
Share this post..

"sabar itu tidak berarti ada batasnya, kata orang sabar ada batasnya, tapi kalau buat saya nggak, sekalipun kita ngerasain beratnya hidup kaya' gimana, kita nggak cukup hanya sabar, mungkin harus lebih dari sabar lagi,. Saya Percaya Allah maha mengasihi" Ungkap Bu Sumina...
Bertemu dengan sosok sederhana yang tabah dan kuat dalam hidup, pasti akan memberikan kesan tersendiri. apalagi jika mendengar keseharian dan perjuangannya dalam menjadi tulang punggung keluarga. itulah bu sumina, seorang ibu yang memilih profesi tukang parkir sebagai penyangga periuk nasi keluarganya. Kata kata dan nasehat yang sederhana namun dalam dan penuh makna, disuguhkan sebagai hasil dari pengalamannya yang jelas jelas sangat fasih dengan hal yang bernama kemiskinan. Namun, Subhanallah, kesemua itu tidaklah mengubah pendiriannya untuk tetap berada pada jalan yang lurus. " Dulu saya pernah ditawari menjadi PSK, banyak yang menawari saya, tapi saya tidak mau. Saya masih punya malu sama Allah. Saya memang tidak punya kemampuan seperti orang yang pintar lainnya, bisa saya hanya ini. ya saya lakukan, yang penting anak anak bisa sekolah" Ujar ibu yang sudah hampir 8 tahun menjadi tukang parkir ini. Keteguhan dan keikhlasannya pun tidak hanya sampai disitu, Bu Sumina yang mengaku masih banyak kekurangan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan masih "menyempatkan" diri untuk mengasuh anak anak yang kurang beruntung. " Seumpama ada anak teman saya yang datang kerumah, atau anak yatim yang mampir, ya mereka saya anggap anak saya sendiri. Ra sah di gawe beban ( tidak usah di buat beban ), yang ada ya dimakan bareng bareng, kalau nggak ada ya saya bilang apa adanya" Jelasnya. Selain itu, walau dengan profesi yang dia jalankan saat ini, dia tidak segan-segan mendidik dirinya untuk tetap menjadi wanita yang patuh pada aturan Allah untuk menutup aurat " Saya putuskan untuk pakai kerudung. Saya kok merasa tenang begitu, nanti kalau orang mau pegang-pegang saya, karena saya pakai kerudung, pasti mereka tidak jadi dan malah akan malu sendiri. ini menjaga saya" Demikian ujarnya Jika ada yang bertanya, apakah tidak ada profesi yang lain yang bisa dipilih sebagai mana pantasnya wanita? atau apakah suaminya tidak menafkahinya?, Maka garis takdir Bu Sumina menjelaskan bahwa seseorang akan selalu diberi cobaan dari manapun datangnya, termasuk dari suami dan anak. Bu sumina adalah perempuan yang telah menunggu datangnya kehadiran buah hati selama hampir 8 tahun, dan cobaan ke keduanya adalah berasal dari suaminya, yang akhirnya memaksa dia untuk menjadi tulang punggung keluarga." kalau memang bapaknya tidak sanggup membiayai kehidupan sehari- hari,ya memang berat, ya udah ndak papa, saya ikhlas, yang kerja saya" jelasnya Memang hidup tidak selalunya lurus dan indah, namun hal inilah yang justru mendidiknya menjadi pribadi yang ikhlas dan sabar. "sabar itu tidak berarti ada batasnya, kata orang sabar ada batasnya, tapi kalau buat saya nggak, sekalipun kita ngerasain beratnya hidup kaya' gimana, kita nggak cukup hanya sabar, mungkin harus lebih dari sabar lagi" kata wanita yang bekerja dari pagi jam 7 pagi sampai setengah sembilan malam ini. Kesabaran itu juga terwujud dari kesederhanaan sikap saat seringkali menerima tuduhan pencurian saat ada suatu barang yang hilang selama memarkirkan kendaraan. " Disabari saja mbak, wong saya ndak tahu sama sekali, demi Allah saya bentuk barangnya saja tidak lihat." katanya sambil sesekali mengingat kejadian yang sering kali menimpanya di area kerja. Sebuah pelajaran hidup tentang sabar dan ikhlasnya seorang wanita telah diperlihatkan oleh Bu Sumina. Sama sekali tiada keluh kesah saat menggantikan posisi suami dengan memikul tanggung jawab keluarga " Siapa wanita yang mau menjadi seperti saya, pasti ndak ada, tapi ini saya lakukan demi keluarga, saya percaya Allah maha mengasihi. Allah pasti tahu niat saya baik, dan hal yang baik selalu akan dibalas Allah dengan kebaikan" Ungkapnya dengan yakin
(Syahidah/voa-islam.com)
Share this post..

Toksoplasma merupakan suatu infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii yang penyebarannya bisa terjadi melalui makanan atau air yang sudah terkontaminasi serta bisa juga ditularkan dari hewan ke manusia....
Kucing sering dituding sebagai penyebab utama toksoplasma. Tapi ternyata infeksi toksoplasma pada perempuan lebih banyak disebabkan oleh konsumsi makanan mentah atau yang dimasak tidak sempurna. "Fakta yang ada penyebaran toksoplasma paling umum terjadi dari sayuran mentah atau sayuran yang tidak dicuci dengan benar serta makanan yang dimasak dengan tidak sempurna," ujar Dr. Liliane Grangeot-Keros seorang pakar imunologi dari Universite Paris Sud II dalam acara Briefing Media: Mewaspadai TORCH Saat Kehamilan. Toksoplasma merupakan suatu infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii yang penyebarannya bisa terjadi melalui makanan atau air yang sudah terkontaminasi serta bisa juga ditularkan dari hewan ke manusia. "Pada binatang, toksoplasma bukan berasal dari bulunya tapi dari kotoran yang dikeluarkan, jadi bukan karena mencium-cium kucing. Dan risiko toksoplasma lebih besar dari anjing dibanding kucing," ujar Dr Yuditia Purwosunu, SpOG(K) dari divisi Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI. Infeksi toksoplasma pada orang dewasa atau perempuan yang sedang hamil umumnya tidak menimbulkan gejala, kalaupun ada biasanya berupa meriang atau demam ringan sehingga ia tidak akan mengetahui jika bayi yang dikandungnya berisiko terinfeksi. Pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh menurun atau rendah, maka infeksi toksoplasma bisa berakibat besar terhadap morbiditas dan juga mortilitas bayi yang sedang dikandungnya. Dr Keros menuturkan jika parasit ini ditularkan ke bayi yang sedang dikandung maka bisa menyebabkan gangguan atau kelainan pada janin seperti: 1. 5-10 persen kehamilan akan mengalami keguguran spontan. 2. 8-10 persen kehamilan menyebabkan bayi lahir dengan kerusakan mata atau otak yang parah. 3. 10-13 persen kehamilan menyebabkan bayi lahir dengan gangguan penglihatan (visual handicaps). "Karenanya pemeriksaan (screening) untuk TORCH (Toksoplasma, rubella, cytomegalovirus/CMV dan herpes simplex) sangat penting dilakukan pada saat trimester pertama kehamilan," ujar Dr Keros yang juga menjadi penasehat WHO untuk infeksi rubella. Jika seseorang diketahui terinfeksi toksoplasma, maka ia akan diberikan perawatan untuk mengurangi risiko penularan parasit tersebut ke tubuh si janin yang sedang dikandung.
(sydh/dtc)
Share this post..
|